dia , kadang aku tak percaya dia hadir begitu saja .
dia berbeda dengan yg lain
dia sebuah pengecualian yg kadang membuatku bingung
mungkin aku munafik dengan menganggapmu hanya sekedar teman
kadang-kadang harus kuakui , aku sering mempertanyakan diriku sendiri , mengapa aku seperti ini ?
adakah saatnya nanti aku milikmu satu ?
dia berbeda dengan yg lain
dia sebuah pengecualian yg kadang membuatku bingung
mungkin aku munafik dengan menganggapmu hanya sekedar teman
kadang-kadang harus kuakui , aku sering mempertanyakan diriku sendiri , mengapa aku seperti ini ?
adakah saatnya nanti aku milikmu satu ?
Lagi-lagi lagu itu yg terdengar
'mengapa kamu slalu mendengarkan lagu itu ? Siapa yg sedang kamu kenang , kamu ingat dan kamu inginkan ?'
'Pastinya bukan kamu'
'ya aku tahu'
'Sebab dia bukan kamu'
'Ya aku tau'
'Sebab hanya dia yg membuatku seperti ini'
'ya aku tau'
AKU TAU AKU TAU !
hanya dia . . hanya dia ! !
SEGALANYA TENTANG DIA !
tak pernah kah tersirat tentang aku ?
DIA ! DIA ! DIA ! DIA ! DIA ! DIA ! DIA ! DIA !
'mengapa kamu slalu mendengarkan lagu itu ? Siapa yg sedang kamu kenang , kamu ingat dan kamu inginkan ?'
'Pastinya bukan kamu'
'ya aku tahu'
'Sebab dia bukan kamu'
'Ya aku tau'
'Sebab hanya dia yg membuatku seperti ini'
'ya aku tau'
AKU TAU AKU TAU !
hanya dia . . hanya dia ! !
SEGALANYA TENTANG DIA !
tak pernah kah tersirat tentang aku ?
DIA ! DIA ! DIA ! DIA ! DIA ! DIA ! DIA ! DIA !
sayup-sayup terdengar
. . . . sebuah lagu di latunkan
oh lagu ini
aku teringat seseorang yg menyukai pemusiknya
tapi ini bukan tentang pemainnya tapi tentang lagunya
mengapa dia slalu menyanyikannya atau mendengarnya ?
seakan-akan lagu itu mewakili perasaannya
perasaan apa ?
CINTA ! ? SAYANG ? !
seharusnya ku tak perlu marah
tiba-tiba saja air mata sudah menggenang
oh efa !
Jangan biarkan kau menangis !
CENGENG ! !
susah payah ku tahan dan akhirnya ku berusaha untuk menenangkan diri
aku tau , aku masih jadi ulat . . .
Dan tentu saja suatu saat akan menjadi KUPU-KUPU
"lagu pilu mendayu syahdu di relung kalbu menyalir getir berdesir-desir"
. . . . sebuah lagu di latunkan
oh lagu ini
aku teringat seseorang yg menyukai pemusiknya
tapi ini bukan tentang pemainnya tapi tentang lagunya
mengapa dia slalu menyanyikannya atau mendengarnya ?
seakan-akan lagu itu mewakili perasaannya
perasaan apa ?
CINTA ! ? SAYANG ? !
seharusnya ku tak perlu marah
tiba-tiba saja air mata sudah menggenang
oh efa !
Jangan biarkan kau menangis !
CENGENG ! !
susah payah ku tahan dan akhirnya ku berusaha untuk menenangkan diri
aku tau , aku masih jadi ulat . . .
Dan tentu saja suatu saat akan menjadi KUPU-KUPU
"lagu pilu mendayu syahdu di relung kalbu menyalir getir berdesir-desir"
Di saat matahari berpijak di langit
Terlihat ku termenung sendiri
Mengapa termenung ?
Sesekali ku tutup mata dan berdecak
Mengapa ku pandangi dia yang di depanku ?
Sesekali dia tersenyum kemudian melirikku dan menunjukkan sesuatu
Aku tertawa , tawa yg palsu
Kemudian dia asik sendiri lagi
Lagi lagi dia melihatku kmudian tersenyum
Mengapa dia tersenyum ?
oh aku mengerti
Mgkin dia melihat ssuatu yg berbeda saat dia memperlihatkan ssuatu itu padaku
Ya ya ku akui ku menampilkan muka yg terlihat sedih
Aku tau rasanya kehilangan seseorg
Aku tau rasanya sulit mlupakan seseorg yg prnah mengisi hati
Tp haruskah dia perlihatkan hal itu ?
Berharap semua yg ku rasakan menjdi terbalik
Terlihat ku termenung sendiri
Mengapa termenung ?
Sesekali ku tutup mata dan berdecak
Mengapa ku pandangi dia yang di depanku ?
Sesekali dia tersenyum kemudian melirikku dan menunjukkan sesuatu
Aku tertawa , tawa yg palsu
Kemudian dia asik sendiri lagi
Lagi lagi dia melihatku kmudian tersenyum
Mengapa dia tersenyum ?
oh aku mengerti
Mgkin dia melihat ssuatu yg berbeda saat dia memperlihatkan ssuatu itu padaku
Ya ya ku akui ku menampilkan muka yg terlihat sedih
Aku tau rasanya kehilangan seseorg
Aku tau rasanya sulit mlupakan seseorg yg prnah mengisi hati
Tp haruskah dia perlihatkan hal itu ?
Berharap semua yg ku rasakan menjdi terbalik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar