I want to live my life to the absolute fullest
To open my eyes to be all I can be
To travel roads not taken, to meet faces unknown
To feel the wind, to touch the stars
I promise to discover myself
To stand tall with greatness
To chase down and catch every dream

-LIFE IS AN ADVENTURE-

Kamis, 26 Januari 2012

Ketika Sajak Tak Lagi Puitis I

Terik matahari membuat burungpun enggan untuk terbang. Begitupun aku, sendiri enggan keluar kelas. Siang ini begitu panas. Aku lebih memilih diam dikelas saat temanku mengajak untuk ke kantin.Ketika asyik memperhatikan kegiatan anak-anak dikelas, aku dikagetkan oleh sebuah suara.
"Nid !", tegurnya
Aku menoleh, "Ha? Apa? kok kamu tiba-tiba ada disini? kapan datengnya?" tanyaku heran
"Kamu sih ngelamun terus ! eh, pulang sekolah kemana?"katanya seraya duduk disebelahku
"Kenapa emang, Ricky ? kamu mau tau aja deh !" candaku
"Serius !" kata Ricky, badannya didekatkan padaku. Aku menahan badannya agar tidak semakin dekat.
"Iya aku jawab, tapi gausah kayak gini. Aku gak kemana-mana kok. emang ada apa ?" tanyaku. Badannya kembali tegak seperti semula.
"Ya udah pokoknya pas pulang sekolah kamu tunggu aja ya dikelas" katanya sambil tersenyum dan pergi meninggalakanku yang penuh dengan keheranan. Aku diam memandang dia sampai sosoknya tak lagi terlihat.
"Aneh" kataku dalam hati.
Tak lama bel tanda masuk berbunyi. Aku tiba-tiba lemas karena setelah ini adalah pelajaran yang aku benci, fisika. Siap-siap untuk terkantuk-kantuk dengan celoteh guru fisikaku. Semoga pelajaran ini tidak membuatku mati dalam kebosanan.

 *************

Sekolah telah usai 30 menit yang lalu, namun Ricky belum juga nampak batang hidungnya. Kulihat jam dindnig kelasku, sudah menunjukkan pukul 14.30.
"Nid, gak pulang ?" tanya temanku
"Engga, aku lagi nunggu Ricky nih. Padahal aku sudah nunggu daritadi" jawabku
"Kenapa gak ke kelasnya aja"
"Gak deh. Aku males naik tangganya" Aku malas kalau harus menemui Ricky ke kelasnya, padahal kita satu anggkatan namun memang hanya kelasku saja yang terpisah dibawah sendiri.
"Oh gitu, aku pulang ya . Dah !" katanya pergi melambaikan tangan
"Ya hati-hati"
Aku kembali mengamati jam dinding, resah mulai muncul dalam benakku. Kelas mulai sepi karena sebagian besar anak sudah pulang. Aku mengambil ponselku dari dalam tas. Aku mengetik pesan untuk Ricky.

To: Ricky (+62857xxxxxxx)

Dimana ? aku udah nunggu daritadi

Pesan terkirim. Sambil menunggu, aku memainkan ponselku. Aku mulai bosan. Aku perhatikan sekelilingku ternyata kelas sudah sepi, hanya aku yang tinggal. Ponselku bergetar tanda pesan masuk.

Oh iya aku lupa ! aku segera kebawah

"Apa ?! dia lupa ! nyebelin banget sih !" gerutuku sendiri. Aku segera menenteng tas untuk siap-siap pulang. Aku kesal.Saat didepan kelas, aku lihat Ricky dari kejauhan tengah berlari ke arahku. Aku tetap berjalan tak perduli.
"Nida !" teriaknya. Tapi aku tak menoleh sedikitpun, seakan aku tuli. Langkahnya mulai mendekat, aku bisa merasakannya.
"Nida, tunggu dong !" Tiba-tiba dia berada dihadapanku seraya menahanku untuk pergi. Napasnya terengah-engah.
"Siapa ya ?" Aku kesal dia melupakan janjinya sendiri.
"Jangan marah dong. Maaf deh maaf. Sumpah aku lupa. Tadi aku ketemu sama Mischa, dia ngajak aku ngobrol terus aku jadi lupa" selorohnya
"Ya udah mendingan pergi aja sana sekalian sama Mischa" kataku melangkah pergi, namun dia menarik tanganku.
"Ya udah sekarang mendingan pergi aja yuk ! daripada kamu marah-marah terus" dia membawaku ke parkiran. Aku terus menekuk wajahku. Aku masih dongkol atas kejadian tadi.
Dia mengambil kunci motor dan megeluarkannya motornya dari parkiran. Dia kemudian menatapku.
"Kenapa masih cemberut sih ? jangan gitu kali, makin jelek kan kamu jadinya" canda Ricky, mencubit pipiku. Dia pun segera naik ke motor. Tapi aku masih diam ditempat sambil memperlihatkan muka masih kesal atas tindakannya.
"Ayo jangan ngambek gitu dong Nida ! Nanti aku beliin es krim" rayunya.
"Emang aku anak kecil apa ?!" kataku marah dan segera naik ke motor.
"Iya-iya deh terserah kamu. Yuk kita pergi ke tempat biasa !" Ricky pun melajukan motornya.
Di perjalanan aku hanya melamun, memikirkan kejadian tadi. Ternyata Ricky masih menyimpan persaannya pada Mischa, padahal mereka sudah putus 6 bulan yang lalu dan Mischa pun sudah mempunyai pacar. Aku mengerti, sulit untuk melupakan orang yang sudah terbiasa hadir dikehidupan kita. Apalagi mereka sudah berpacaran selama 1 tahun. Namun, sikap Ricky pada Mischa membunuh perasaanku sendiri. Ya, aku akui aku sudah lama meyimpan rasa ini selama 5 tahun pada Ricky. Sejak kelas 2 SMP aku memulai rasa ini dan sekarang aku di pertemukan kembali di SMA. Mungkin sekarang aku ditakdirkan untuk menjadi sahabatnya saja. Entahlah 5 atau 6 tahun kemudian, apakah kita masih tetap seperti ini dan menemukan pendampingnya masing-masing atau kita bersatu menjalani kehidupan ini bersama sebagai seorang pasangan ? Aku tidak tahu.
"Heh , udah nyampe nih ! kamu gak turun ? bengong aja kamu" ucapan Ricky membuyarkan lamunanku.
"Hah ? udah nyampe ? kok cepet ?" kataku sambil turun dari motor
"Kamu kenapa sih kebanyakan bengong daritadi ?" katanya heran
"Ah gak kenapa-kenapa kok. Ayo masuk deh cepetan" kataku, mendorong Ricky untuk masuk segera ke Cafe.
Inilah tempat yang sering kita kunjungi. Tempatnya asyik buat nongkrong. Pokoknya anak muda banget gitu, kalau malam minggu ada live music- nya. Setelah masuk kita segera mencari tempat duduk yang enak dan pilihan kita jatuh pada tempat duduk yang dekat jendela yang langsung menghadap pada pemandangan gunung.
Pelayan pun memberikan menu-nya. Kita memilih makanan dan minuman yang akan dipesan. Sambil menunggu pesanan kita mengobrol.
"Kamu kok bisa-bisanya lupa gitu sama aku ?"kataku
"Maaf atuh kan namanya juga keasyikan ngobrol. Oh iya, bantuin aku dong. Mischa kan bentar lagi ulang tauhn. Aku mau bikin scraft book buat dia" pintanya.
Aku diam sejenak. Aku lelah karena harus selalu dilibatkan dalam hal seperti ini dan seringkali berhubungan dengan Mischa. Bukannya aku tak mau membantu sahabatku sendiri tapi ini terlalu meyakitkan.
"Emang kapan kamu mau mulai bikinnnya ? Oke aku bantu"
"Mungkin  besok. Nanti antar aku ya buat beli bahan-bahannya" katanya.
Tiba-tiba pelayan datang dengan membawa pesanan kita. Aku memesan es krim yang tadi di janjikan oleh Ricky dan dia memesan roti bakar.
"Janjiku lunas ya nid, es krimnya udah. Ternyata rasa marah kamu tuh seharga es krim he he he " tawa dia menggodaku.
"Oh ya udah nanti-nanti kalo aku marah aku mau es krim yang terbuat dari bubuk emas, berlian, permata"
kataku. Tawanya Ricky pun semakin menjadi. Sebenarya aku tidak bisa marah pada Ricky, perasaanku padanya dapat menutupi rasa marah dan kekesalanku.
*************
Baca Selengkapnya...

Kamis, 05 Januari 2012

Dampak Kembang Api

Perayaan tahun baru sudah lewat beberapa hari yang lalu. Banyak diantara kita, memasang kembang api dalam mengisi tahun baru. Suara yang mengelegar menambah kemeriahan tahun baru di tambah mata kita di manjakan oleh warna-warni kembang api yang indah. Megah dilangit dan memancarka cahaya gemerlap.


Burung Blackbird yang mati akibat kembang api
Kemeriahaan ini terdapat di seluruh penjuru dunia. Orang-orang berkumpul di pusat kota untuk melihat keindaha kembang api. Namun, ternyata di balik keindahan kembang api terdapat dampak negatif yang di timbulkannya. Seperti yang terjadi di Filipina, penerbangan di negara itu harus teralihkan karena tebalnya asap dari kembang api. Pesawat harus mendarat di bandara cadangan dikarekan berkurangnya jarak pandang untuk mendarat di bandara utama. Tak hanya itu, banyak kecelakaan pesawat yang terjadi selama perayaan tahun baru tersebut. Fauna pun tak ayal terkena sasaran korban kembang api ini. Ribuan burung Blackbird tewas mengenaskan di Amerika Serikat. Diduga burung-burung itu takut akan kembang api yang dinyalakan oleh masyarakat setempat. Dikataka Burung Blackbird ini mengalami disorientasi atau kehilangan daya untuk mengenal lingkungannya sehingga burung itu terbang ke segala arah. Dan di temukan tewas pada akhirnya. Burung Blackbird ini dikenal memiliki penglihatan yang buruk, dan bukan tipe yag berkeliaran pada malam hari. Dan masih banyak lagi kecelakaan yang ditimbulkan oleh kembang api. Apalagi apabila anak-anak dibiarkan memainkan kembang api, percikkannya bisa saja mengenai tangan si anak.
Sulit rasanya untuk mencegah agar warga masyarakat tidak memeriahkan tahun baru dengan kembang api. Kembang api dirasa "wajib hadir" dalam perayaan tahun baru. Padahal tak hanya menciptakan kerugian pada mahluk hidup, namun kembag api juga berdampak pada pemanasan global yang mengancam keselamata dunia yag sedang kita tinggali ini. 
Kembang api terdiri dari dua komponen pokok: pengoksidasi (oxidizers) dan pereduksi (reducing agents). Bahan pengoksidasi yang lazim dipakai adalah natrium nitrat (NaNO3) dan kalium klorat (KClO4). Adapun pereduksinya adalah sulphur (S) dan arang karbon (C).
Setiap satu (porsi) natrium nitrat dibakar akan dihasilkan 1,5 porsi oksigen (O2) dan setiap satu porsi kalium klorat dibakar dihasilkan 2 porsi oksigen (O2). Lihat persamaan reaksi di bawah ini.
2NaNO3 (s) —> 2NaNO2 (s) + 3O2 (g)
KClO4 (s) —> KCl(s) + 2O2 (g)
Oksigen (O2) yang terbentuk tadi kemudian direduksi oleh sulphur (S) dan arang (C) menjadi gas belerang/sulphur (SO2) dan gas karbon dioksida (CO2) sesuai persamaan reaksi berikut.
O2 (g) + S (s) —> SO2(g)
O2 (g) + C(s) —> CO2(g)
Catatan:
  • SO2 adalah gas penyebab hujan asam karena SO2 dapat bereaksi dengan uap air membentuk asam sulfat
  • CO2 adalah gas yang biasa disebut gas rumah kaca (green house gas) dapat memerangkap panas sehingga menimbulkan efek rumah kaca (green house effect) yang berakibat meningkatnya suhu atmosfer.
Jika negara miskin seperti negeri kita saja menghabiskan sedikitnya 10 ton kembang api, dengan asumsi perbandingan nitrat dan klorat sama besar, maka kita menyumbang pencemar ke udara berupa gas belerang (SO2) sebanyak 7,5 ton dan gas karbondioksida (CO2) sebanyak 10 ton.
Bayangkan, bila di seluruh dunia ada 150 negara saja membakar kembang api sejumlah itu maka sedikitnya 1125 ton gas sulfur dan 1500 ton karbondioksida lepas ke atmosfer hanya dalam semalam.
Paparan diatas baru menyangkut bahan peledak kembang api saja. Untuk menimbulkan cahaya yang berwarna warni saat kembang api meledak di udara, maka pada bahan-bahan dasar ditambahkan lagi bahan-bahan logam (metal).
Contoh senyawa logam yang biasa digunakan sesuai warna yang diharapkan adalah:
  • Copper acetoarsenate untuk menghasilkan warna biru
  • Lithium carbonate untuk menghasilkan warna merah
  • Strontium carbonate untuk menghasilkan warna merah cemerlang (brilliant red)
  • Barium chloride untuk menghasilkan warna hijau.
Sisa pembakaran senyawa-senyawa logam itu adalah partikel padatan yang tersuspensi di udara. Partikel padatan itu bila terhisap pernapasan, dia akan mengendap di paru-paru. Di atmosfer partikel padatan itu bisa menjadi penghambat sinar matahari.
Itulah beberapa bahaya yang diakibatkan kembang api.




Sumber :
http://www.detiknews.com
http://www.artikata.com
http://dunia.vivanews.com
http://kata2dunia.blogspot.com
http://green.kompasiana.com/polusi/2012/01/01/ribuan-ton-asap-kembang-api-cemari-atmosfer-bumi/
Baca Selengkapnya...