I want to live my life to the absolute fullest
To open my eyes to be all I can be
To travel roads not taken, to meet faces unknown
To feel the wind, to touch the stars
I promise to discover myself
To stand tall with greatness
To chase down and catch every dream

-LIFE IS AN ADVENTURE-

Kamis, 05 Januari 2012

Dampak Kembang Api

Perayaan tahun baru sudah lewat beberapa hari yang lalu. Banyak diantara kita, memasang kembang api dalam mengisi tahun baru. Suara yang mengelegar menambah kemeriahan tahun baru di tambah mata kita di manjakan oleh warna-warni kembang api yang indah. Megah dilangit dan memancarka cahaya gemerlap.


Burung Blackbird yang mati akibat kembang api
Kemeriahaan ini terdapat di seluruh penjuru dunia. Orang-orang berkumpul di pusat kota untuk melihat keindaha kembang api. Namun, ternyata di balik keindahan kembang api terdapat dampak negatif yang di timbulkannya. Seperti yang terjadi di Filipina, penerbangan di negara itu harus teralihkan karena tebalnya asap dari kembang api. Pesawat harus mendarat di bandara cadangan dikarekan berkurangnya jarak pandang untuk mendarat di bandara utama. Tak hanya itu, banyak kecelakaan pesawat yang terjadi selama perayaan tahun baru tersebut. Fauna pun tak ayal terkena sasaran korban kembang api ini. Ribuan burung Blackbird tewas mengenaskan di Amerika Serikat. Diduga burung-burung itu takut akan kembang api yang dinyalakan oleh masyarakat setempat. Dikataka Burung Blackbird ini mengalami disorientasi atau kehilangan daya untuk mengenal lingkungannya sehingga burung itu terbang ke segala arah. Dan di temukan tewas pada akhirnya. Burung Blackbird ini dikenal memiliki penglihatan yang buruk, dan bukan tipe yag berkeliaran pada malam hari. Dan masih banyak lagi kecelakaan yang ditimbulkan oleh kembang api. Apalagi apabila anak-anak dibiarkan memainkan kembang api, percikkannya bisa saja mengenai tangan si anak.
Sulit rasanya untuk mencegah agar warga masyarakat tidak memeriahkan tahun baru dengan kembang api. Kembang api dirasa "wajib hadir" dalam perayaan tahun baru. Padahal tak hanya menciptakan kerugian pada mahluk hidup, namun kembag api juga berdampak pada pemanasan global yang mengancam keselamata dunia yag sedang kita tinggali ini. 
Kembang api terdiri dari dua komponen pokok: pengoksidasi (oxidizers) dan pereduksi (reducing agents). Bahan pengoksidasi yang lazim dipakai adalah natrium nitrat (NaNO3) dan kalium klorat (KClO4). Adapun pereduksinya adalah sulphur (S) dan arang karbon (C).
Setiap satu (porsi) natrium nitrat dibakar akan dihasilkan 1,5 porsi oksigen (O2) dan setiap satu porsi kalium klorat dibakar dihasilkan 2 porsi oksigen (O2). Lihat persamaan reaksi di bawah ini.
2NaNO3 (s) —> 2NaNO2 (s) + 3O2 (g)
KClO4 (s) —> KCl(s) + 2O2 (g)
Oksigen (O2) yang terbentuk tadi kemudian direduksi oleh sulphur (S) dan arang (C) menjadi gas belerang/sulphur (SO2) dan gas karbon dioksida (CO2) sesuai persamaan reaksi berikut.
O2 (g) + S (s) —> SO2(g)
O2 (g) + C(s) —> CO2(g)
Catatan:
  • SO2 adalah gas penyebab hujan asam karena SO2 dapat bereaksi dengan uap air membentuk asam sulfat
  • CO2 adalah gas yang biasa disebut gas rumah kaca (green house gas) dapat memerangkap panas sehingga menimbulkan efek rumah kaca (green house effect) yang berakibat meningkatnya suhu atmosfer.
Jika negara miskin seperti negeri kita saja menghabiskan sedikitnya 10 ton kembang api, dengan asumsi perbandingan nitrat dan klorat sama besar, maka kita menyumbang pencemar ke udara berupa gas belerang (SO2) sebanyak 7,5 ton dan gas karbondioksida (CO2) sebanyak 10 ton.
Bayangkan, bila di seluruh dunia ada 150 negara saja membakar kembang api sejumlah itu maka sedikitnya 1125 ton gas sulfur dan 1500 ton karbondioksida lepas ke atmosfer hanya dalam semalam.
Paparan diatas baru menyangkut bahan peledak kembang api saja. Untuk menimbulkan cahaya yang berwarna warni saat kembang api meledak di udara, maka pada bahan-bahan dasar ditambahkan lagi bahan-bahan logam (metal).
Contoh senyawa logam yang biasa digunakan sesuai warna yang diharapkan adalah:
  • Copper acetoarsenate untuk menghasilkan warna biru
  • Lithium carbonate untuk menghasilkan warna merah
  • Strontium carbonate untuk menghasilkan warna merah cemerlang (brilliant red)
  • Barium chloride untuk menghasilkan warna hijau.
Sisa pembakaran senyawa-senyawa logam itu adalah partikel padatan yang tersuspensi di udara. Partikel padatan itu bila terhisap pernapasan, dia akan mengendap di paru-paru. Di atmosfer partikel padatan itu bisa menjadi penghambat sinar matahari.
Itulah beberapa bahaya yang diakibatkan kembang api.




Sumber :
http://www.detiknews.com
http://www.artikata.com
http://dunia.vivanews.com
http://kata2dunia.blogspot.com
http://green.kompasiana.com/polusi/2012/01/01/ribuan-ton-asap-kembang-api-cemari-atmosfer-bumi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar