![]() |
| Burung Blackbird yang mati akibat kembang api |
Sulit
rasanya untuk mencegah agar warga masyarakat tidak memeriahkan tahun
baru dengan kembang api. Kembang api dirasa "wajib hadir" dalam perayaan
tahun baru. Padahal tak hanya menciptakan kerugian pada mahluk hidup,
namun kembag api juga berdampak pada pemanasan global yang mengancam
keselamata dunia yag sedang kita tinggali ini.
Kembang
api terdiri dari dua komponen pokok: pengoksidasi (oxidizers) dan
pereduksi (reducing agents). Bahan pengoksidasi yang lazim dipakai
adalah natrium nitrat (NaNO3) dan kalium klorat (KClO4). Adapun pereduksinya adalah sulphur (S) dan arang karbon (C).
Setiap satu (porsi) natrium nitrat dibakar akan dihasilkan 1,5 porsi oksigen (O2) dan setiap satu porsi kalium klorat dibakar dihasilkan 2 porsi oksigen (O2). Lihat persamaan reaksi di bawah ini.
2NaNO3 (s) —> 2NaNO2 (s) + 3O2 (g)
KClO4 (s) —> KCl(s) + 2O2 (g)
Oksigen (O2) yang terbentuk tadi kemudian direduksi oleh sulphur (S) dan arang (C) menjadi gas belerang/sulphur (SO2) dan gas karbon dioksida (CO2) sesuai persamaan reaksi berikut.
O2 (g) + S (s) —> SO2(g)
O2 (g) + C(s) —> CO2(g)
Catatan:
- SO2 adalah gas penyebab hujan asam karena SO2 dapat bereaksi dengan uap air membentuk asam sulfat
- CO2 adalah gas yang biasa disebut gas rumah kaca (green house gas) dapat memerangkap panas sehingga menimbulkan efek rumah kaca (green house effect) yang berakibat meningkatnya suhu atmosfer.
Jika
negara miskin seperti negeri kita saja menghabiskan sedikitnya 10 ton
kembang api, dengan asumsi perbandingan nitrat dan klorat sama besar,
maka kita menyumbang pencemar ke udara berupa gas belerang (SO2) sebanyak 7,5 ton dan gas karbondioksida (CO2) sebanyak 10 ton.
Bayangkan,
bila di seluruh dunia ada 150 negara saja membakar kembang api
sejumlah itu maka sedikitnya 1125 ton gas sulfur dan 1500 ton
karbondioksida lepas ke atmosfer hanya dalam semalam.
Paparan
diatas baru menyangkut bahan peledak kembang api saja. Untuk
menimbulkan cahaya yang berwarna warni saat kembang api meledak di
udara, maka pada bahan-bahan dasar ditambahkan lagi bahan-bahan logam
(metal).
Contoh senyawa logam yang biasa digunakan sesuai warna yang diharapkan adalah:
- Copper acetoarsenate untuk menghasilkan warna biru
- Lithium carbonate untuk menghasilkan warna merah
- Strontium carbonate untuk menghasilkan warna merah cemerlang (brilliant red)
- Barium chloride untuk menghasilkan warna hijau.
Itulah beberapa bahaya yang diakibatkan kembang api.
Sumber :
http://www.detiknews.com
http://www.artikata.com
http://dunia.vivanews.com
http://kata2dunia.blogspot.com
http://green.kompasiana.com/polusi/2012/01/01/ribuan-ton-asap-kembang-api-cemari-atmosfer-bumi/




Tidak ada komentar:
Posting Komentar